Pantai Pasir Putih di Kendawangan yang Masih Jarang Dikunjungi

Dari Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang yang berbatasan Kabupaten Kayong Utara keindahan pantai terbentang hingga ke Kecamatan Kendawangan. Potensi ini akan memberikan kontribusi maksimal bila dikelola baik dan professional. Termasuk Pantai Legiun Belanda.

Hari Kurniathama, Ketapang
SAYANGNYA kawasan ini masih jarang dikunjungi masyarakat. Padahal venue yang dijanjikan Pantai Legiun Belanda cukup memikat. Pantai dengan hamparan pasir putih ini, terletak di Desa Kendawangan Kanan, Kecamatan Kendawangan, Ketapang.

Di namakan legiun Belanda konon dahulu sebelum armada Belanda masuk ke wilayah Ketapang atau merapat ke Kendawangan, pasukan kompeni tersebut mengambil perbekalan air tawar di pantai tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kolam-kolam air tawar di sepanjang pantai tersebut. Untuk menuju pantai legium Belanda, pengunjung dari Ketapang ke Kendawangan dapat menggunakan kendaraan roda 2 dan 4 selama 2 – 3 jam. Selanjutnya dari Kendawangan menggunakan motor air (kapal nelayan) selama 1,5 – 2 jam.

Jika angin teduh dan gelombang laut tidak tinggi, selama menuju pantai tersebut, pengunjung dapat menikmati indahnya hutan mangrove, burung-burung laut bahkan ikan-ikan di sekitar kapal. Apalagi, sebagai kabupaten terluas se Kalimantan Barat (31.850 Km2), Ketapang yang merupakan daerah pesisir mempunyai garis pantai terpanjang yakni hampir 2000 km. Di pantai inilah, selama 3 hari, dari lebaran 3 hingga ke 6, sebanyak 10 orang anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) Khatulistiwa Ketapang mengadakan rekreasi di pantai tersebut.

Di pantai tersebut, selain melaksanakan bersih pantai, anggota KPA juga melakukan penanaman pohon-pohon untuk menahan abrasi pantai Zulfahmi, salah seorang senior KPA Khatulistiwa mengatakan bahwa KPA Khatulistiwa sudah 3 kali melakukan kegiatan di pantai tersebut.

” Pantai Legium belanda ini sangat indah, sejuk dan damai sekali. Keindahan vegetasi mangrove (Rhizophora sp), Cemara Pantai (Casuarina sp, Gelam (Melaleuca leucadendron) sangat mendominasi pantai ini. Gelombangnya bervariasi, ada yang kecil hingga tepat untuk berenang hingga gelombang yang tinggi dan cocok untuk berselancar,” ujar Fahmi.

Hingga saat ini, pantai tersebut belum ada penghuninya dan sarana prasarana penunjang untuk mendukung kenyamanan pengunjung pantai juga belum tersedia. ” Yang ada hanya 2 buah pondok nelayan untuk singgah atau merapat untuk menga,bil air. Kami mengharapkan, pemerintah dapat membangun steigher dan homestay di Pantai tersebut, sehingga memudahkan pengunjung untuk menginap dan beraktivitas di sana,” ujar Aktivis LSM K3 ini.

Sementara itu, Jamjani Guru SDN Kendawangan Kanan, menceritakan bahwa biasanya setiap liburan sekolah, dewan guru dan murid-murid berekreasi di Pantai legium Belanda. Selain letaknya tidak jauh dari Desa Kendawangan Kanan, keindahan dan keteduhan pantai tersebut menjadi daya tarik yang tidak akan terlupakan oleh siapapun.

”Sayang sekali, keindahan pantai Legium Belanda belum digarap oleh pemerintah, seandainya di sini (pantai legium belanda) dapat dibangun sarana seperti di Pulau Sawi, saya yakin, pengunjung dan penikmat wisata bahari akan semakin ramai,” ujar Pak Jam panggilan akrab guru dari Kabupaten Sambas ini. (*)

Sumber Berita : PontianakPost